Ketika Takbir menjadi Simbol Ketakutan dalam Film The Final Score

Faisal Khan, imigran asal Pakistan yang bertugas di lapangan bola kaki itu kehabisan akal meyakinkan para penonton agar berpindah ke tempat duduk yang lain. Pentonton tidak tahu di sudut tribun tempat mereka duduk telah dipasang bom oleh teroris mantan gerakan revolusi Sakovya, Rusia.

Michael Knoc (Bautista) berulang kali memberi tahu Faisal untuk menyuruh para penonton mengosongkan tempat tersebut. Suasana semakin mencekam, Penonton tak mengindahkan instruksi Faisal, ia malah dilempari botol bekas karena telah mengganggu konsentrasi penonton pertandingan final West Ham UTD vs Visitors.

Allahu akbar, AllahU akbar, Allahu akbar, aku membawa bom,” teriak Faisal sekeras-kerasnya. Seketika para penonton yang tadinya enggan bergerak dari tempat duduk berhamburan ke lapangan. Bom pun meledak meluluhlantakkan sudut tribun blok G dalam film Hollywood The Final Score (2018).

Film ini menceritakan tentang seorang mantan tentara, Michael Knoc yang harus menggunakan keahliannya demi menyelamatkan anak angkatnya dan masyarakat di stadion berkapasitas 35 ribu penonton itu. Ia bekerja sama dengan Faisal selaku petugas pinggir lapangan hijau untuk menemukan anak angkatnya yang meninggalkan tempat duduknya saat ia membeli makanan.

Michael Knoc (Bautista), berperan sebagai mantan militer dalam film The Final Score

Aksi para teroris pada film ini sebenarnya sederhana. Misi mereka hanya untuk menemukan salah seorang tokoh atau pimpinan revolusi negara bagian Sakovya, Rusia, Dimitri Belav (Pierce Brosnan). Tokoh kharismatik masyarakat Sakovya tersebut awalnya dikabarkan telah tewas dalam serangan udara Rusia, sehingga mengakibatkan semangat pejuang revolusi Sakovya runtuh.

Kematian Dimitri ternyata direkayasa, wajahnya dioperasi plastik ekstensif demi menghentikan perang yang menjatuhkan korban jiwa di negara bagian tersebut. Sejak informasi kematiannya beredar, negara bagian tersebut menghentikan perang yang awalnya menuntut kemerdekaan mau berdamai dengan pemerintah.

17 tahun kemudian, rekayasa kematian Dimitri pun terkuak. Para aktivis revolusi yang terdiri atas saudara Dimitri sendiri terus mencarinya untuk membangun kembali pergerakan tersebut. Mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat Sakovya bahwa pemimpin mereka masih hidup untuk melanjutkan revolusi.

Pierce Brosnan berpesan sebagai Pimpinan Revolusi Negara Bagian Sakovya, Rusia, Dimitri Belav dalam film The Final Score

Pihak teroris menguasai stadion mulai dari ruang kontrol CCTV hingga ruang keamanan. Mereka mendapatkan informasi bahwa Dimitri berada di antara penonton. Satu persatu wajah penonton dideteksi melalui alat detektor wajah, namun hasilnya nihil karena wajah Dimitri sudah berubah setelah operasi plastik.

Michael terus berjuang menyelamat anak angkatnya yang disandra oleh teroris. Ia akhirnya harus berhadapan dengan dua pilihan, menemukan Dimitri lalu menyerahkan kepada polisi tetapi anak angkatnya mati atau menyerahkan kepada teroris namun anak angkatnya selamat.

Ia terpaksa menemilih opsi yang pertama yaitu menukar buronan dengan anak angkatnya. Namun setelah Dimitri dimiliki oleh pihak teroris yang tak lain adalah abang kandung sendiri, lantas apakah Dimitri mau kembali memimpin revolusi Sakovya? Jawabannya, tonton saja langsung filmnya, jika saya bocorkan ending-nya di sini, nanti tidak menarik lagi untuk dintonton. Selamat menonton.[]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *