“Meugeutang”, Postingan Pasca 19 Hari Absen di Steemit

Foto: dokumen pribadi
Buku Dari Timur 2, kumpulan tulisan Makassar Internasional Writer Festival

Sudah 19 hari tak mengisi ruang ini. Seketika rindu ingin mencoret-coret lagi di sini. Absen di Steemit bukan karena harga SBD yang seharga nasi bungkus, melainkan kesibukan menjalani tugas umat ke beberapa kabupaten/kota.

Bahkan, terakhir menulis yaitu tulisan yang kuikutsertakan pada Lomba Jurnalistik Polresta Banda Aceh Tahun 2018. Alhamdulillah tulisan itu keluar sebagai juara I, sebuah kenikmatan yang tak pernah kuduga. Allah punya cara tersendiri membuka pintu rezeki hambaNya.

***

SEINGATKU, tiga kali Tara meminta agar aku mengulangi penjelasan tentang sebuah kata yang terlanjur kuucap. Pertama, Tara penasaran, ia memintaku menjelaskannya karena tidak mengerti. Kedua, ia  meminta mendeskripsikan tentang kalimat itu serta siapa yang menggunakannya, dan terakhir saat aku hendak meninggalkan tempat itu, Tara masih memanggilku untuk menjelaskan sekali lagi bagaimana itu digunakan.

Aku pun berbalik badan dan berjalan ke arahnya beberapa langkah. Tepat di sampingnya aku berdiri menjelaskan secara detil tentang sebuah kata itu. Aku tak tahu apakah kata yang kusebut itu familiar di telinga orang-orang di seluruh provinsi ini. Atau hanya di daerahku saja kata itu disebut.

Meugeutang, sebuah kata yang dialamatkan kepada cara seorang perempuan mengenakan pakaian. Memang, menurut ajaran Islam, megeutang adalah berpakaian yang tidak bersyariat. Bagaimana mungkin, orang yang meugeutang hampir sepertiga anggota tubuhnya terbuka.

Meugeutang merupakan sebuah istilah dalam bahasa Aceh. Meugeutang biasanya dilakukan oleh seorang perempuan yang hanya memakai bra, kemudian kain sarung diikat menutupi bra tersebut hingga ke kaki. Sedangkan dada bagian atas hingga ke ujung rambut terbuka. Saya sendiri tidak tahu apa sebutan dalam bahasa Indonesia.

Pembahasan tentang meugeutang, asbabun-nya adalah tadi siang. Aku bersama teman-teman Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Banda Aceh baru saja pulang dari Gramedia Banda Aceh. Aku membeli dua buku yaitu Dunia Sophie dan Dari Timur 2.

Novel yang sudah lama direkomendasikan oleh dosen filsafat, baru kali ini sempat kubeli. Alhamdulillah.

Dunia Sophie merupakan sebuah novel filsafat yang ditulis oleh Joestein Gaarder. Novel tersebut sudah pernah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa, sedangkan Dari Timur 2 ialah buku tentang tulisan-tulisan pilihan Makassar Internasional Writers Festival.

Nah, saat kembali ke tempat kami ngopi, Tara tampak sedang serius melukiskan gambar manusia. Ia sedang melukiskan seorang perempuan yang aku sendiri tak tahu gambar siapa. Lalu kuletakkan buku-buku tersebut di depannya. Bentuk pakaian perempuan yang ia gambarkan hampir mirip dengan gambar yang ada pada cover buku Dari Timur 2 tadi.

Gambar yang ada apada cover buku tersebut seorang perempuan yang berdiri di atas ayunan mengenakan pakaian persis yang saya sebutkan di atas yaitu megeutang. Sepertinya dari situ Tara terinspirasi ingin membuat judul lukisannya. Entah ada dibuat pun, aku tak tahu lagi karena sudah pulang. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *